0
PENGERTIAN HAJI DAN UMRAH
Posted by Andrian Fauzi - 065117065
Berhaji& Berumrah– Haji
adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk
ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun
keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan
beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan
Dzulhijjah.
Secara estimologi
(bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat
menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu
yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat
sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina
(tempat melontar jumroh).
Sedangkan yang
dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari
Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu
ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di
Mina.
Pengertian Umroh
Umrah adalah
berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat
yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat
dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan
hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan
Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim) [Kembali ke
Menu]
Haji Ifrad, artinya
menyendiri
Pelaksanaan ibadah
haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh
dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya,
ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat
melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang
tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.
Haji Tamattu’, artinya
bersenang-senang
Pelaksanaan ibadah
haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di
bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika
seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan
ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut
mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.
Tamattu’ dapat juga
berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam
tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Haji Qiran, artinya
menggabungkan
Pelaksanaan ibadah
Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan
atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji
Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan
melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan
memakan waktu lama. [Kembali ke Menu]
Rukun haji :
1.
Ihram
2.
Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf
Ifadhah)
3.
Sa’ie
4.
Wuquf di padang Arafah
Apabila salah satu
rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah
berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan
Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat
sah haji dan sa’I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji).
Sementara Imam syafi’ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram,
Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala
Madzhabil Arba’ah 1/578).
Wajib Haji
1.
Iharam dimulai dari miqat yang telah
ditentukan
2.
Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
3.
Mabit di Mina
4.
Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah
malam
5.
Melempar jumrah
6.
Mencukur rambut
7.
Tawaf Wada’
Syarat-syarat Wajib
Haji
1.
Islam
2.
Berakal
3.
Baligh
4.
Mampu
[Kembali ke Menu]
Tidak boleh bagi
seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia berhaji untuk dirinya
sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian engkau
berhaji untuknya. [Kembali ke Menu]
Tidaklah wajib bagi
anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika ia telah berhaji
maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abbas ra bahwa
Rasulullah r berjumpa dengan seorang berkendaraan dikawasan Ar-Rauha beliau
bersabda: Siapakah kalian? Mereka menjawab: Kami orang-orang muslim, mereka
balik bertanya: Siapa anda? Beliau menjawab: Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang
anak gadis yang masih kecil bertanya: Apakh ini yang disebut haji? Beliau
menjawab: Ya dan bagimu pahala (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa
dishahihkan oleh At Tirmidzi). [Kembali ke Menu]
Rangkaian kegiatan
ibadah Haji
1.
Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah
haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
2.
Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram
(dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian
berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma
labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal
mulk laa syarika laka..
3.
Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua
calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf.
Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di
padang Arafah hingga Maghrib datang.
4.
Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju
ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh
secukupnya.
5.
Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah
mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar
Jumroh
6.
Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan
ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi
mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian
rambut.
7.
Jika jamaah mengambil nafar awal maka
dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan
Haji)
8.
Sedangkan jika mengambil nafar akhir
jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan
(Ula dan Wustha).
9.
Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah
sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
10. Tanggal
12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan
tugu ketiga.
11. Jamaah
haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan)
sebelum pulang ke negara masing-masing
[Kembali ke Menu]
1.
Diawali dengan mandi besar (janabah)
sebelum ihram untuk umrah.
2.
mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2
kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai
pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar
atau sarung tangan.
3.
Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika
‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan
dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang
yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik
labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa
syarika laka.
4.
Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah,
lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan
sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan
berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya
dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi
wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi
isyarat dan berkata Allahu akbar.
5.
Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim
jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat
Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
6.
Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit
Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan
Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku
memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa
memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu.
Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha
illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu
3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan
berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa
dan diakhiri di bukit Marwah.
7.
Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan
memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
8.
Ibadah Umroh selesai
[Kembali ke Menu]
Beberapa hal yang
perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
1.
Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan
baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
2.
Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik,
maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji
yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
3.
Mempersiapkan biaya, baik selama dalam
perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
4.
Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang
berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan
shadaqah.
5.
Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
6.
Menyelesaikan segala urusan yang
berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada
kedua orang tua (jika masih hidup)
7.
Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama,
dan mengikuti kegiatan manasik haji.
8.
Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama
menjalankan ibadah haji.
9.
Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk
keperluan selama perjalanan ibadah Haji:
Perlengkapan Pria
1.
Kain Ihram dua stel
2.
Baju sehari-hari secukupnya
3.
Ikat pinggang
4.
Keperluan mandi
Perlengkapan Wanita
1.
Mukena minimal 2 buah
2.
Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas
putih) 2 set
3.
Pakaian sehari-hari secukupnya
4.
Kaos kaki secukupnya
Perlengkapan untuk
Pria dan Wanita
1.
Pakaian penghangat
2.
Selimut
3.
Sandal jepit
4.
Sepatu sandal atau sendal gunung
5.
Obat-obatan pribadi
6.
Gunting kecil utk Tahallul
7.
Payung
8.
Senter kecil (untuk penerangan saat
mengambil batu di Musdalifah)
9.
Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil
persiapan melempar jumroh
10. Kantong
sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
11. Pelembab
atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
12. Biaya
untuk dam, kurban dsb.
[Kembali ke Menu]
Makkah Al Mukaromah
Di kota Makkah
Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah
yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan
ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.
Padang Arafah
Padang Arafah terdapat
di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya
haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di
Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi
Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.
Kota Muzdalifah
Kota ini tidak jauh
dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji
melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota
Mina.
Kota Mina
Kota Mina merupakan
tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke
tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan.
Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.
Posting Komentar